}

Tingkatkan Kualitas Layanan Masyarakat, Nakes Puskesmas Banabungi Ikuti Orientasi Pembinaan Posyandu ILP Kabupaten Buton

PASARWAJO – Dalam upaya mempercepat transformasi pelayanan kesehatan primer, tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Banabungi turut serta dalam kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas. Kegiatan strategis ini diselenggarakan secara resmi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buton.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buton. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan peningkatan kapasitas nakes sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, khususnya dalam menyukseskan program nasional Integrasi Layanan Primer.

Pertemuan yang berlangsung intensif selama 4 hari ini dibagi menjadi dua gelombang pelaksanaan guna memastikan materi tersampaikan secara optimal:

  • Angkatan 1: Berlangsung pada tanggal 16–17 September 2026.
  • Angkatan 2: Berlangsung pada tanggal 18–19 September 2026.

Orientasi ini dihadiri oleh jajaran perwakilan nakes dari berbagai puskesmas di Kabupaten Buton, termasuk tim delegasi dari Puskesmas Banabungi. Guna memberikan pemahaman yang mendalam dan komprehensif, hadir sebagai pemateri utama dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang memaparkan langsung kebijakan teknis dan strategi implementasi di tingkat daerah.

Fokus Utama: Implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP)

Agenda utama dalam orientasi kali ini berpusat pada pemantapan pemahaman dan kesiapan teknis mengenai pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Berbeda dengan sistem posyandu konvensional, Posyandu ILP menerapkan paradigma baru yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan secara lebih komprehensif.


Beberapa poin krusial dalam pelaksanaan Posyandu ILP yang dipaparkan oleh tim pemateri Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara selama kegiatan:

Pelayanan Berdasarkan Siklus Hidup.

Jika selama ini posyandu identik hanya dengan pemantauan tumbuh kembang balita dan ibu hamil, Posyandu ILP memperluas sasarannya. Pelayanan kini disusun berdasarkan klaster siklus hidup masyarakat, mulai dari masa kehamilan, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga pelayanan khusus lansia.

Penguatan Kapasitas dan Keterampilan Kader

Tenaga kesehatan puskesmas dibekali strategi pembinaan untuk melatih para kader posyandu agar menguasai keterampilan dasar (25 keterampilan dasar kader). Kader diharapkan mampu melakukan skrining kesehatan dasar, pengisian buku KIA baru, serta pemanfaatan aplikasi pencatatan digital secara mandiri.

Optimalisasi Kunjungan Rumah

Salah satu pilar penting ILP adalah pemantauan wilayah setempat (PWS). Melalui orientasi ini, ditekankan pentingnya manajemen kunjungan rumah oleh kader dan nakes untuk mendeteksi dini masalah kesehatan di keluarga yang tidak sempat datang ke posyandu.

Komitmen Puskesmas Banabungi

Kepala Puskesmas Banabungi menyampaikan bahwa keikutsertaan nakes dalam orientasi ini merupakan modal penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata di wilayah Banabungi.

"Dengan adanya pembekalan langsung dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara mengenai Posyandu ILP ini, kami berkomitmen untuk segera melakukan sosialisasi, pendampingan, dan revitalisasi pada seluruh posyandu di wilayah kerja Puskesmas Banabungi. Kita ingin memastikan setiap warga, dari bayi hingga lansia, terpantau kesehatannya dengan baik," ujarnya.

Melalui langkah ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Banabungi dapat terus meningkat sejalan dengan visi Dinas Kesehatan Kabupaten Buton untuk mewujudkan daerah yang sehat dan sejahtera. (Humas Puskesmas Banabungi)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Postingan Terbaru